Search for collections on Repository Universitas Widya Gama

ANALISIS YURIDIS PENYALAHGUNAAN LAMPU ISYARAT DAN SIRINE PADA KENDARAAN BERMOTOR DI LUAR KETENTUAN UU LLAJ (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG KOTA)

ADININGSIH, DIAN PRASTIKA (2026) ANALISIS YURIDIS PENYALAHGUNAAN LAMPU ISYARAT DAN SIRINE PADA KENDARAAN BERMOTOR DI LUAR KETENTUAN UU LLAJ (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG KOTA). Diploma thesis, UNIVERSITAS WIDYA GAMA MALANG.

[thumbnail of ANALISIS YURIDIS PENYALAHGUNAAN LAMPU ISYARAT DAN SIRINE PADA KENDARAAN BERMOTOR DI LUAR KETENTUAN UU LLAJ (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG KOTA)] Text (ANALISIS YURIDIS PENYALAHGUNAAN LAMPU ISYARAT DAN SIRINE PADA KENDARAAN BERMOTOR DI LUAR KETENTUAN UU LLAJ (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG KOTA))
5. BAB I.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[thumbnail of 6. BAB II.pdf]
Preview
Text
6. BAB II.pdf

Download (477kB) | Preview
[thumbnail of 7 BAB III.pdf]
Preview
Text
7 BAB III.pdf

Download (314kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai penggunaan lampu isyarat dan sirine pada kendaraan bermotor menurut UndangUndang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penyalahgunaan di luar ketentuan undang-undang, serta kendala dalam penegakan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif yang didukung data empiris melalui wawancara dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penggunaan lampu isyarat dan sirine dalam UU LLAJ telah dirumuskan secara limitatif dalam Pasal 59 dan Pasal 134, yang membatasi penggunaannya hanya pada kendaraan tertentu yang memiliki hak utama. Namun demikian, dalam praktik masih ditemukan penyalahgunaan oleh individu maupun kelompok baik komunitas kendaraan tertentu maupun jasa pengawalan yang tidak memiliki kewenangan. Secara teoritis, pertanggungjawaban pidana dapat dibebankan tidak hanya kepada pelaku langsung, tetapi juga kepada pihak yang menyuruh, turut serta, atau memfasilitasi berdasarkan doktrin penyertaan, strict liability, dan perkembangan pertanggungjawaban pidana korporasi. Kendala dalam penegakan hukum meliputi kelemahan substansi hukum, keterbatasan struktur penegakan, serta budaya hukum masyarakat yang masih permisif terhadap pelanggaran lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, konsistensi penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat guna mewujudkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: aulia happy fadila
Date Deposited: 23 Jul 2026 02:04
Last Modified: 23 Jul 2026 02:04
URI: https://repository.widyagama.ac.id/id/eprint/225

Actions (login required)

View Item
View Item