Search for collections on Repository Universitas Widya Gama

KETIDAKSETARAAN EKONOMI DAN DAMPAK SOSIAL DARI ADAT BELIS PERSPEKTIF AKUNTANSI BUDAYA DI SUKU (DAWAN R) KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Funan, Kristina Desy (2025) KETIDAKSETARAAN EKONOMI DAN DAMPAK SOSIAL DARI ADAT BELIS PERSPEKTIF AKUNTANSI BUDAYA DI SUKU (DAWAN R) KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT). Diploma thesis, UNIVERSITAS WIDYA GAMA MALANG.

[thumbnail of KETIDAKSETARAAN EKONOMI DAN DAMPAK SOSIAL DARI ADAT BELIS PERSPEKTIF AKUNTANSI BUDAYA DI SUKU (DAWAN R)  KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)] Text (KETIDAKSETARAAN EKONOMI DAN DAMPAK SOSIAL DARI ADAT BELIS PERSPEKTIF AKUNTANSI BUDAYA DI SUKU (DAWAN R) KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT))
5. BAB I PENDAHULUAN.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[thumbnail of 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf

Download (268kB) | Preview
[thumbnail of 7. BAB III METODOLOGI PENELITIAN (1).pdf]
Preview
Text
7. BAB III METODOLOGI PENELITIAN (1).pdf

Download (329kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik budaya Belis dalam masyarakat Dawan R di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari perspektif akuntansi budaya, dengan fokus pada ketidaksetaraan ekonomi dan dampak sosial yang ditimbulkan. Belis merupakan pemberian mahar oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan dalam rangkaian pernikahan adat, yang dalam praktiknya kerap menjadi beban ekonomi dan sumber ketimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, masyarakat lokal, serta pihak pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Belis memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, namun pada saat yang sama menciptakan tekanan ekonomi bagi keluarga pihak laki-laki, memperparah ketimpangan gender, serta menimbulkan dampak sosial seperti eksploitasi tenaga kerja, utang, pernikahan dini, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Dalam perspektif akuntansi budaya, Belis dapat dianalisis melalui tahapan identifikasi, pengukuran, dan pengkomunikasian sebagai bentuk transaksi ekonomi berbasis budaya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi adat dan kebijakan publik yang menyeimbangkan antara pelestarian budaya lokal dengan keadilan sosial dan ekonomi, seperti pembatasan nilai Belis, alternatif bentuk pembayaran, serta peningkatan literasi ekonomi masyarakat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: aulia happy fadila
Date Deposited: 16 Jul 2026 05:31
Last Modified: 16 Jul 2026 05:31
URI: https://repository.widyagama.ac.id/id/eprint/189

Actions (login required)

View Item
View Item